ZonaIndo.com, Boltim – Sabtu, 03 Mei 2025, Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo S.E. M.M., pantau langsung salah satu lokasi terdampak bencana banjir di Dusun V Desa Kotabunan.
Banjir bandang dan cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Boltim mengakibatkan dampak yang cukup parah di beberapa desa di Boltim khususnya di area pemukiman warga yang dekat dengan bantaran sungai besar di Boltim. Desa Togid dan Desa Kotabunan yang keduanya dilalui sungai besar mengalami dampak banjir yang cukup parah akibat meluapnya air sungai.
Sungai Ongkobu yang memotong antara Desa Kotabunan dan Desa Bulawan di Kecamatan Kotabunan, pada Kamis, 01 Mei 2025 mengalami peningkatan debit air yang mengakibatkan terputusnya jalan di dusun V Kotabunan dan menghanyutkan beberapa rumah warga.
Pasca insiden terputusnya jalan yang merupakan akses penghubung antara Desa Kotabunan dan Desa Bukaka tersebut, Bupati Oskar Manoppo turun langsung untuk memantau perbaikan badan jalan dan bersama dengan masyarakat bergotong royong memindahkan rumah warga yang ada di bantaran sungai.

Beberapa rumah warga memang berdiri di bantaran sungai Ongkobu, ha tersebut cukup berbahaya mengingat banjir dan hujan deras dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga Bupati Oskar Manoppo mengajak warga sekitar untuk evakuasi rumah warga yang berdiri di titik rawan terjadinya longsor.
Dalam proses tersebut, Bupati didampingi oleh anggota DPRD Boltim Rahman Salehe, Camat Kotabunan, Kapolsek Kotabunan, Danramil dan Pemdes Kotabunan serta sejumlah tokoh masyarakat turut bergotong royong mengangkat rumah warga untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
Bupati Oskar Manoppo mengapresiasi pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan pihak-pihak yang terus berada di lokasi guna memantau proses perbaikan jalan dan proses evakuasi warga.

Setelah mengevakuasi rumah warga, Bupati Oskar Manoppo menyempatkan beristirahat di posko darurat bersama dengan Camat Kotabunan, Sangadi Kotabunan Tetty, S.St dan sejumlah warga. Pada momen itu, Bupati menyampaikan bahwa Pemda akan menambah alat berat untuk mempercepat perbaikan jalan.
“Nanti akan kami tambah alat berat agar perbaikan jalan yang terputus bisa segera selesai dan tanggul supaya sungai tidak lagi mengancam warga sekitar”, ujarnya.(*)






















